Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2015

Pemda DKI Jakarta Akan Mengambil Alih Metromini & Kopaja

Warga Jakarta berpendapat bahwa rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama untuk menyingkirkan kopaja dam metromini, perlu dikaji ulang. Sebab, tidak semua sopir kopaja beroperasi ugal-ugalan di jalan raya.

Sebelumnya, Ahok telah menginstruksikan Pemprov DKI Jakarta agar menyingkirkan secara bertahap bus-bus kopaja maupun metromini. Khususnya, kopaja yang suka ugal-ugalan karena mengejar setoran.
Ahok berencana untuk mangganti manajemen dari pengelola kopaja ke manajemen Transjakarta. "Ya bertahap, kami akan singkirkan mereka (kopaja) nanti, tidak akan ada lagi bus kota yang ugal-ugalan jika tergabung di dalam manajemen PT Transjakarta," kata Ahok, Kamis (7/5/2015) lalu.

Anak 7 Tahun Diduga Jadi Korban Tabrak Lari Patwal Cirebon

Seorang bocah berusia 7 tahun, Hafidz tewas setelah diduga tertabrak oleh rombongan patroli dan pengawalan (Patwal) di Jalan Tuparev, Cirebon, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (31/5) siang.

Kejadian tersebut diceritakan oleh paman korban, Fathan Mubarok melalui akun Twitter pribadinya. Rombongan Patwal tersebut diketahui tengah mengawal pejabat.
"Siang tadi, di tuparev, nyawa keponakan saya yg berusia 7 tahun direnggut oleh rombongan patwal yang ngawal pejabat-pejabat lewat," tulis Fathan Mubarok, Minggu (31/5).
Fathan menambahkan, setelah terlibat kecelakaan, rombongan Patwal sama sekali tidak berhenti untuk melihat kondisi korban. Rombongan tersebut lalu melanjutkan perjalanannya.
"Setelah nabrak orang sampai mati, rombongan patwal sama sekali tak berhenti. Catat itu," lanjutnya.

Sementara itu, kakak korban, Nadya Jannah Aflaha menuturkan, setelah kecelakaan tersebut, dirinya diperiksa di Mapolrestra Cirebon. Saat pemeriksaan, lanjut Nadya, polisi yang menginterogasinya terkesan sok tahu, dan terus membantah jawabannya.
"Gue tau percis karena gue ada di tkp pada waktu kejadian itu terjadi. Gue nyaksiin dengan mata kepala gue. Jarak gue sama mereka cuma 2-3 m," tulis Nadya melalui akun Twitter-nya, Kamis (4/6).
Hingga hari ini, kata Nadya, pihak polisi belum ada yang datang ke rumah keluarga korban dan mengucapkan bela sungkawa. "Tapi sampe sekarang dari pihak polisi belum ada yang datang ke rumah korban. Ya udah aja kita tuntut. Hukuman di depan mata pak," tulisnya.

Hafidz meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Gunung Jati. Kasus tabrak lari ini menjadi topik pembicaraan di media sosial.

Kamis, 04 Juni 2015

Menhan Berencana Beli Helikopter Chinook

Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengungkapkan keinginannya untuk membeli helikopter Chinook untuk memperkuat alutsista. Meski Chinook mahal namun helikopter ini memiliki kemampuan besar.

"Beli Chinook mahal emang, tapi nyawa orang lebih mahal," ucap Ryamizard di Kemhan Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (3/6/2015).
Menurutnya Indonesia membutuhkan penambahan alutsista canggih untuk meningkatkan pengamanan. Seperti misalnya pesawat Chinook yang bisa mengangkut beban berat.
"Kita bisa bawa pakai Chinook bisa angkat tuh berat. Kalau pesawat besar kalau kita kirim pasukan PBB, kalau selama ini pakai kapal kasihan. Jadi bisa sekali jalan, murah meriah senang prajurit," ucapnya.

Helikopter Chinook buatan Amerika bermesin ganda, tandem rotor dan heavy-lif. Bisa terbang dengan kecepatan tertinggi 170 knot dam mampu membawa beban yang berat. Chinook juga bisa mengangkut tentara dalam jumlah banyak.
Sehingga menurut Ryamizard jika ada kejadian bencana besar di daerah yang sulit dijangkau maka dengan Chinook bantuan yang berat dan alat-alat berat lainnya bisa diangkut dengan cepat. Harga helikopter produksi Boeing ini ditaksir sekitar US$ 30 juta.

"Harusnya ada alat berat, diangkut pakai pesawatlah. Saya mau beli (Chinook)," katanya.

Rabu, 03 Juni 2015

Anggota Kopasus Bentrok dengan Anggota TNI AU

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Mayor Jenderal Doni Monardo menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya satu dari 4 anggota TNI AU yang dikeroyok anak buahnya. Dia berjanji akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan serta menyantuni keluarga korban yang tewas.
 
Kejadian bermula ketika 17 anggota TNI AU baru saja menggelar acara Semaba yakni, reuni bintara. Mereka kemudian melanjutkan ke Kafe Sukoharjo. Saat masuk, di dalamnya terdapat sejumlah anggota Kopassus yang tiba terlebih dahulu.
"Di dalam ada anak-anak Kopassus, mungkin saling pandang dan salah paham," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Dwi Badarmanto.
Dwi menduga, insiden antara dua korps TNI ini terjadi akibat spirit de corps yang berlebihan. Tak hanya itu, para pelaku diketahui masih muda dan ego sentris yang tinggi dituding menjadi penyebab perkelahian keduanya.
Dia pun berjanji akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas anak buahnya di luar jadwal latihan.

Anggota TNI Angkatan Udara, Serma Zulkifli (39) menghembuskan napas terakhirnya di di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta sekitar pukul 21.30 WIB. Zulkifli merupakan korban dari aksi pengeroyokan di sebuah Kafe kawasan Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (31/5) dini hari.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong mengatakan jenazah Zulkifli dipulangkan ke daerah asalnya di Ciracas, Jakarta Timur dengan pesawat Hercules A-1327 dari Lanud Adisutjipto, Selasa (2/6). Korban merupakan anggota Bintara Sarban Dinas Logistik dari Mabes AU.
"Jenazah sekarang dipulangkan ke Ciracas, Jakarta timur dengan pesawat hercules," katanya pada wartawan, Selasa (2/6).
Sementara itu jenazah korban sendiri sudah di otopsi dan hasilnya akan diketahui pada hari Rabu 3 Juni 2015. Sementara itu seorang orang teman Zulkifli, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang juga turut dikeroyok masih dalam perawatan di RSP AU Hardjolukito. Dua rekan lainnya juga masih di rawat di Sukoharjo.
"Yang dua ada di Sukoharjo, tapi yang satu masih di rawat di Hardjolukito," tegasnya.
Menurutnya Mayor Londong, pengeroyokan itu terjadi usai acara reunian di Kompleks Bandara Adisumarmo, Sukoharjo. Setelah acara itu, sebanyak 17 orang keluar untuk mencari hiburan di sebuah kafe. Setelah itu empat orang melanjutkan karaoke di kawasan Solo Baru, Grogol, Sukoharjo. Saat itulah terjadi perselisihan antara empat orang tersebut dengan 25 orang yang diduga anggota aparat.
"Ya harus diakui dua-duanya salah. Aparat tidak boleh mengunjungi tempat terlarang," pungkasnya.
Untuk mengantisipasi supaya tidak ada insiden lanjutan, pihak TNI AU sudah mengimbau anggota untuk tidak melakukan aksi balas dendam.
"Kita sudah sampaikan, jangan ada niat untuk balas dendam," tandasnya.

Pengeroyokan yang dilakukan oleh 25 orang tersebut kini mulai mendapatkan titik terang. Pengeroyokan yang terjadi di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (31/5) dini hari tersebut diduga melibatkan anggota Kopassus.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong mengatakan pelaku diduga merupakan anggota kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Kita terus melakukan koordinasi, dan ada info telah menetapkan 12 tersangka. Mereka diduga anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro," katanya pada wartawan, Selasa (2/6).
Meski sudah semakin mengerucut, namun pihaknya belum mau menyebutkan insial pelaku. "Kami belum bisa menyebutkan inisialnya," tambahnya.
Dia menjelaskan saat ini kasus ini sudah ditangani Sub Detasmen Polisi Militer (Subdenpom) Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka kini tengah melakukan pencarian terhadap para tersangka. "Penanganan kasus akan selalu diinformasikan, saat ini kami masih berkoordinasi."